Allah Swt Penentu Segala Sesuatu
November 1, 2009 oleh diyahfiles
” Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali – kali tak ada pilihan bagi mereka “
( QS. Al Qasas : 68 )
” … dan bagi- Nyalah segala penentu dan hanya kepada -Nyalah kamu dikembalikan ”
(QS. Al Qasas : 70 )
Ya, manusia hanya bisa bekehendaksementara Allahlah yang menentukan. Sebagai makhlukNnya, kemampuan kita terbatas pada upaya mengontrl proses, bukan hasil. Bagaimana setiap tr5ahapan kehidup[an ini berproses sesuai dengan batasan – batasan dan berjalan dalm koridorNya. Hanya itu.
Hm … , bukan manusia namanya jika hatinya tidak mudah goyah. Acap kali meski jiwa ini tyelah tertata sedemikian rupa. berusaha menjaga kontinuitas kedekatan kita dengan sang pencipta. Tetap saja kadang ” nge-down” juga bila kelewat sering dihadapkan pada sesuatu yang berseberangan dengan keinginan.
Siapa yang tak akan jengah bila :
-
Dengan sekuat tenaga meredam gejolak intern dikantor denga rasionalitas juga kesabaran dalam mengurai polemik yang ada hingga tuntas . . But dari lini seberang ternyata ada pihak yan g memanfaatkan dengan ” maksud ” lain.
-
Di uji denga ketidak nyamana yang tidak kunjung usai.
-
Targert – target yang telah tersusun matang lepas. Jauh menyimpang dari konsep semula.
Kankah kita berlama – lama meratapi kondisi tersebut ?
Nei … nei … nei.
Lakukan apa yang kita bisa, mulailah dari apa yang paling mungkin kita lakukan, sekaligus cukup efektif menetralisir keadaan.Nggak ada gunanya sibuk curhat sana sini, nangis sampai mata ini sembab or tenggelam dalam histeria berkepanjangan.
Tidak ada manusia yang benar – benar tangguh hingga tanpa pernah mengeluh . Atau …, luar biasa tegar tanpa sretitikpun rasa gentar.
Lalu apa yang mesti dilakukan ?
-
Kedepankan rasinalitas bukan sensitivitas, sehingga tidak mudah menjadi panik.
-
Fokus pada apa yang sedang dikerjakan . bukan pada hal yang nanti mungkin akan terjadi
Barangkali kita bisa merasakan sesuatu itu akan terjadi. namun bukan berafti kita lalu benar – benar meyakininya akan terjadi berdasar pada analisa – analisa kita. Itu sam saja denga takabur, sok tahu banget sih dengan takdir kita. Bisa saja yang dikhawatirkan tadi tidak sepenuhnya terjadi, mengapa ?
Coz, takdir sepenuhnya milik Allah Swt sementara kita hanya menjalaninya. Hanya dengan ketulusan doa, takdir itu bisa berubah. So, sebelum takdir itu benar – benar “jatuh” maka kewajiban kita adalah melaksanakan tugas – tugas kehidupan kita dengan sebaik mungkin. Tak perlu ambil pusing dengan apa yang kelak akan terjadi pada diri kita, itu sepenuhnya wewenangNya. Masa sih Allah Swt, akan menelantarkan hambanya yang bersungguh – sungguh? nggak banget kan ?
-
Menjaga kedekatan dengan Allah Swt.
Haruskah ?
Tentu, Bahan bakar utama dan terutama agar mampu bertahan dalam “masa – masa sulit” tersebut adalah sabar dan ikhlas.Sabar menjadikan kita tidak cepat nebyerah mengurai kerumitan yang ada. Ikhlas, membantu meringankan langkah ini mengemban segala yang diamanahkan. And …., kesabaran serta keikhlasa hanya akan bersemi bila kedekatan dengan Allah terjaga.
Why?
Simple aja sih, kedekatan tersebut membuat kita yakin bahwa segala apa yang terjadi pada kita adalah terbaik buat kita. Karena Dialah yang paling tahju ap[a yang kita butuhkan. Coz, ia yang menciptakan kita.
So, keep on spirit. Ok ?
Ditulis dalam Hikmah | Belum Ada Tanggapan
Tinggalkan Balasan