Heh … konyol banget ya ? kayaknya nggak perlu ditanyain deh. Jalan di dunia ini kan banyak  banget. Tinggal pilih mana suka n disesuaikan dengan kebutuhan. Yup ! banyak jalan menuju Roma. Pun begitu ketika berhadapan dengan masalah. nggak ada masalah yang tanpa jalan keluar. Setiap kerumitan pasti bisa di urai hingga ketemu benang merahnya.Tumpukkan problem setinggi gunung pun akan bisa ditemukan solusinya. Selama kita tahu bagaimana cara mengatasinya.

Mau tahu cara seperti apakah itu ?

Mmm … sebenarnya tidak perlu tindakan khusus. Apa saja serta bagaimanapun bentuk dari langkah yang diambil harus bersendi pada sifat “sabar” dan “ikhlas”.

Why ?

Sikap sabar membuat kita enggan untuk meyerah mencari jalan keluar terbaik seberapa sulitnya keadaan kita. Tak dapat di pungkiri apa yang menjadi keinginan kita, mimpi – mimpi kita, target  maupun tujuan hidup kita tidak serta merta terlaksana ketika kita menginginkannya.   Tak ada yang instan di dunia ini, segala sesuatu butuh proses. Kadang selangkah beres, dua tahap tuntas. tiga sesi sukses. But, lebih banyak lagi yang harus menempuhnya hingga ratusan, ribuan, bahkan jutaan kali. Ingat Thomas Alva Edison yang baru menemukan keberhasilan dalam percobaannya yang ke 1000 kali. Yeah, 999 kali dia gagal. Statment apa y6ang terlontar dari bibirnya ? Tanpa sengaja aku telah menemukan 999 jalan untuk menuju kesuksesan. Subkhanallah.

Tak ada kata gagal bagi seorang pemenang. Saat ia memutuskan untuk maju n pada akhirnya ia ternyata gagal. Sesungguhnya ia sudah berhasil. Bagaimana tidak ? Sekurang- kurangnya ia telah merasakann pilihannya tersebut dan tahu alasan tepat mengapa ia kandas. Di situ sejatinya sebuah pelajaran berharga dapat diambil. Bukan tidak mungkin pelajaran – pelajaran tersebut akan memandunya menuju mimpi – mimpinya. Amin. Ingat ! kesuksesan – kesuksesan besar kerap kali diiringi oleh kegagalan – kegagalan besar.

Satu hal yang musti benar -  benar di yakini, bahwa Allah Swt Ar Rahman (Maha Penyayang ) juga Ar Rahim ( Maha Pengasih ) . Ia tidak mungkin membebani hambanya di luar kesanggupannya. Kalaupun apa yang menjadi keinginan kita belun terwujud sekarang. Itu hanya akan di tunda, atau kalau tidak Ia akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik. Takdir itu memiliki batas waktunya sendiri. Allah tidak akan memperlambat atau mempercepatnya. Jika pada saatnya akan usai, ya bakalan selesai. Habis gelap terbitlah terang. Nah, meski bagaimanapun juga cara kita berkelit dari kehendak Nya, tak akan mungkin.  Yang ada kita malah makin terjerembab. Bagaikan disedot oleh lumpur hisap ( Ikh syerem ).

Kok bisa ya ?

Ya  iyyalah. Ketidak puasan yang memuncak dari ketiadaannya rasa syukur, menjadikannya tidak nyaman dengan apa yang telah Allah berikan kepadanya. Alhasil ia berontak  menciptakan takdirnya sendiri. Hampir bisa dipastikan ia kan berkutat pada masalah yang sama. Hingga akhirnya critical point itu bisa diselesaikan.

And, yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah … . Bagaimanakah cara kita untuk bisa bersabar ?

IKHLAS. Iklhlas terhadap apa pun yang terjadi pada kita. Karena yakin itu adalah anugerah terindah dari Allah untuk kita. Sehingga kita tak akan pernah kecewa karenanya. Ingat ! Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Keegoisan kitalah yang membuat kita menutup mata akan karunia itu, hingga tampak sebagai musibah di hadapan kita.  Akibatnya kita kehilangan keyakinan atas-Nya. Maka sebuah malapetaka besar cepat atau lambat akan menghampiri kita. Bagaimana tidak? dengan mudahnya kita akan putus asa, merasa gagal yang berlebihan sampai -sampai tidak mampu untuk “bangkit” lagi. Yup! ini adalah sasaran empuk bagi syetan serta kroni – kroninya. Hm … nggak heran  deh,  bila ada orang  yang sampe nggak sayang  sama nyawa sendiri. Kalupun tak senekat itu ia akan jadi mayat hidup. Mati enggan hidup pun tak mau ( ngedrug abis or berbagai macam kemaksiatan lainnya. Tetap tegar bebrbentuk manusia namun hatinya dingin bagai maayat. Tidak takut melakukan apa pun karena tidak kenal dengan TuhanNya ). Astagfirullahaladzim.

Allah akan menjauh bila kita juga menjauh.  Ia kan mendekat dan mengabulkan permintaan kita bila kita memohon dan terus meminta. Sesungguhnya Allah itu Pemalu sangat Pemalu.   Bagaimana mungkin ia kan ingkar pada hambanya-Nya yang terus bersujud  serta memohon kepadaNya.

Yup !, sabar serta ikhlas sebab mensyukuri atas apa pun pemberianNya. Dua hal yang selalau beriringan tak kan bisa terpisahkan.

So, tak akan pernah tak ada jalan.

Bila ada yang kurang, Dy mohon maaf

Tinggalkan Balasan